Arti Angka pada Barcode Produk
Membaca awalan negara, nomor perusahaan, nomor produk, dan angka periksa pada EAN-13.
Diperbarui 3 September 2026
Tiga angka pertama bukan negara asal barang
Tiga angka pertama EAN-13 disebut awalan GS1 dan menunjukkan di negara mana nomor itu didaftarkan, bukan di negara mana barangnya dibuat. Produk yang dibuat di Tiongkok tetapi didaftarkan oleh perusahaan Indonesia akan berawalan 899.
Karena itu awalan barcode tidak dapat dipakai sebagai bukti asal produksi. Anggapan bahwa awalan tertentu menandakan tempat pembuatan adalah salah kaprah yang beredar luas.
Bagian tengah: perusahaan dan produk
Sesudah awalan, sebagian angka berikutnya adalah nomor perusahaan yang diberikan GS1, dan sisanya nomor produk yang ditentukan perusahaan itu sendiri. Panjang kedua bagian tidak tetap: perusahaan yang produknya sedikit mendapat nomor perusahaan yang panjang dan ruang nomor produk yang sempit.
Itulah sebabnya batas antara nomor perusahaan dan nomor produk tidak dapat ditebak hanya dari melihat nomornya. Yang mengetahui pembagiannya adalah pangkalan data GS1.
Angka terakhir dan cara menghitungnya
Angka terakhir adalah angka periksa, dihitung dari dua belas angka sebelumnya. Caranya: dari kanan ke kiri, angka dikalikan tiga dan satu berselang-seling, semuanya dijumlahkan, lalu diambil selisihnya terhadap kelipatan sepuluh berikutnya.
Karena itu satu angka yang salah ketik hampir selalu membuat angka periksanya tidak cocok, dan mesin kasir akan menolak pembacaan itu. Inilah alasan barcode jarang salah baca meski dipindai jutaan kali sehari.
Mengapa angka pertama tercetak di luar kotak batang
EAN-13 hanya punya ruang untuk menggambar dua belas angka sebagai batang. Angka pertama tidak digambar, melainkan disandikan lewat susunan pola pada enam angka paruh kiri, yaitu selang-seling antara dua himpunan pola yang berbeda.
Karena tidak punya batang sendiri, angka pertama dicetak di luar kotak, di sebelah kiri. Cara ini pula yang membuat EAN-13 tetap dapat dibaca oleh pemindai lama yang sebenarnya dirancang untuk UPC-A dua belas angka.
Alat yang Dibahas di Halaman Ini
Panduan Lain
- Apa Saja yang Tersimpan di Dalam Kode QRISMembedah muatan QRIS bagian demi bagian: penanda format, keterangan pedagang, nilai tagihan, sampai angka penjaga keutuhannya.
- Memilih Tingkat Pemulihan Galat Kode QRKapan memakai L, M, Q, atau H, dan mengapa memilih yang tertinggi tidak selalu menguntungkan.
- Ukuran Cetak Kode QR agar Tetap TerbacaMenghitung lebar modul, zona sunyi, dan jarak baca sebelum kode dikirim ke percetakan.